Senin, 07 September 2015

Aku Benci Diriku Sendiri

Hari ini gagal segagal-gagalnya.
Kalau boleh sedikit jujur, ada hati yang patah setiap kali kau mengejek fisikku walaupun aku tahu kau tak bermaksud begitu.
Ada sebagian kecil dari diriku yang ingin memberontak kalau saja hal-hal yang bersifat fisik itu bisa dirubah.
Bukan, AKU BUKAN MEMBENCIMU.
Aku justru membenci diriku sendiri.
Aku benci harus memakai behel yang membuat gusiku berdarah bertahun-tahun dan rasanya sakit sekali.
Tapi aku bertahan karena aku masih berharap dapat tersenyum dengan lebih baik saat kita berfoto bersama.
Aku malu ketika harus memakai kaca mata sementara pacar teman-temanmu bisa cantik dengan soft lense, sehingga didepan orang-orang terdekatmu aku sering kali memaksakan mataku terlihat normal.
Aku juga merasa tidak bisa mengimbangimu dengan kulit hitamku. Aku tak bisa seperti gadis-gadis yang selalu kau bilang cantik itu.

Sayang, aku sangat menyayangimu dan semoga suatu saat nanti aku bisa menjadi gadis yang bisa kau banggakan. Terimakasih telah membalas cintaku dengan segala manusianya aku.

Dibuat dari pikiran liar tengah malam
sembari menunggu Bulgozo pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar