Aku menulis ini dalam keadaan mata sembab.
Entah sudah berapa malam yang kuhabiskan untuk mendoakanmu agar kau tiba di rumah dengan selamat.
Bukan.. ini bukan perkara berapa malam.
Ini tentang ia yang hilang membawa kekhawatiran,
Lalu datang dan kusambut dengan "aku senang kau sudah pulang"
Aku ingat dulu aku pernah menunggumu hingga pukul 04.00 pagi. Menangis. Berdoa. Hingga lelap.
Esoknya terbangun karena mimpi buruk dan menyadari masih tak ada kabar darimu.
Kau mungkin bilang "aku ini bukan tawananmu yang harus mengabarimu setiap menit, ibuku saja tidak begitu"
Kau juga bilang "aku ini terlalu berlebihan"
Sayang,
Untuk setiap BBM-ku yang kau abaikan
Untuk setiap teleponku yang kau "reject"
Aku tak pernah marah, aku hanya perlu tahu bahwa kau baik-baik saja dan aku akam berhenti mengganggumu :)
Kau tau?
Mungkin pertanyaan "kamu sudah sampai rumah?" dariku akan menjadi gangguan termanis yang pernah kau dapat.
Aku mengabarimu bukan karena keharusan, aku melakukannya karena merasa kau bagian dariku yang selalu aku ajak kemanapun aku pergi.
Dari
Gadis cerewet yang selalu memenuhi chat BBM dan "panggilan tak terjawab-mu".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar