Jumat, 19 Juni 2015

Perkara Berkabar

Aku menulis ini dalam keadaan mata sembab.
Entah sudah berapa malam yang kuhabiskan untuk mendoakanmu agar kau tiba di rumah dengan selamat.
Bukan.. ini bukan perkara berapa malam.
Ini tentang ia yang hilang membawa kekhawatiran,
Lalu datang dan kusambut dengan "aku senang kau sudah pulang"
Aku ingat dulu aku pernah menunggumu hingga pukul 04.00 pagi. Menangis. Berdoa. Hingga lelap.
Esoknya terbangun karena mimpi buruk dan menyadari masih tak ada kabar darimu.
Kau mungkin bilang "aku ini bukan tawananmu yang harus mengabarimu setiap menit, ibuku saja tidak begitu"
Kau juga bilang "aku ini terlalu berlebihan"


Sayang,
Untuk setiap BBM-ku yang kau abaikan
Untuk setiap teleponku yang kau "reject"
Aku tak pernah marah, aku hanya perlu tahu bahwa kau baik-baik saja dan aku akam berhenti mengganggumu :)

Kau tau?
Mungkin pertanyaan "kamu sudah sampai rumah?" dariku akan menjadi gangguan termanis yang pernah kau dapat.
Aku mengabarimu bukan karena keharusan, aku melakukannya karena merasa kau bagian dariku yang selalu aku ajak kemanapun aku pergi.

Dari
Gadis cerewet yang selalu memenuhi chat BBM dan "panggilan tak terjawab-mu".

Senin, 08 Juni 2015

Kutipan Cinta Insidious Chapter: 3

Sore ini lagi niat nulis, biasanya cuma nulis kalo lagi sedih, yaa semacam pelarian.
Sekarang lagi keinget kata-kata di film Insidious: Chapter 3 kalo "jatuh cinta itu hanya menunda kesedihan". Kadang setiap lagi bahagia pernah mikir kalo suatu saat bahagia itu bakal berganti sedih. Agak serem juga sebenernya topik ini sihhh hiiiii
Sepulang dari nonton Insidious aku terlibat pembicaraan serius, well midnight conversation emang selalu berhasil buat kita jadi sejujur mungkin.
Kami membicarakan tentang seorang teman yang sedang sedih karena orang yang dia suka baru aja jadian sama orang lain. Kata Cinbro cinta itu bisa tumbuh gak selalu pada pandangan pertama tapi cinta itu bisa tumbuh ketika mereka butuh. Cowok itu hanya belum 'laper' atau yaaaa ... ngerasa belum butuh.
Jahat ya? Iyaa kadang kita mikir mereka jahat hanya karena gak mau menyadari sinyal-sinyal yang cewek berikan. tapi sebenarnya cowok itu sedang menegaskan batas agar ceweknya gak semakin jauh terbawa perasaan.
Inilah yang aku suka dari dia. Kadang kami membahas hal-hal yang bukan kami. Kami juga membahas sepak bola, kami membahas musik, dan yang paling sering kami membahas tentang bagaimana menjadi 'keren'. Absurd sekali memang, tapi bukankah itu menyenangkan :)

Ini ditulis setelah hujan, kamu tahu kan aku selalu suka bau tanah setelah hujan ?