Teguh Kayika,
lelaki yang kerap kali membuat aku terjaga demi menunggunya pulang.
laki-laki yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk hidup dari persepsi teman-temannya tentang bagaimana 'laki-laki' yang sebenarnya.
Teguh Kayika,
lelaki yang tak pernah aku panggil dengan nama aslinya sejak pertama kali kami bertemu.
yang selalu membiarkan aku menggerutu sampai aku membaik dengan sendirinya.
Bahkan aku sering memintanya untuk merayuku sedikit saja.
Teguh Kayika,
lelaki yang lebih sering mengejek daripada memujiku,
lebih sering memberitahuku apa yang harus kulihat daripada apa yang ingin aku lihat.
kadang aku kesal dengan sifatmu, but yet I stayed. yet I don't leave.
Dan masih tetap Teguh Kayika,
lelaki yang bersikeras membohongiku bahwa ia sudah dirumah agar aku bisa tidur dan tidak menunggunya pulang.
tapi aku juga cukup keras untuk tetap menunggu kabarnya.
Aku ingin disetiap kantuk dan lelahnya ada aku yang merasakan hal yang sama.
sesederhana itu.
Maaf jika menganggu.