Aku selalu jatuh cinta pada kalimat-kalimat indah. Itulah kenapa aku senang sekali saat bisa membuat blog ini. Terlalu banyak hal indah yang lebih baik dituangkan dalam tulisan daripada menyatakannya secara lisan. Intinya aku ingin kelak saat usiaku tak muda lagi atau bahkan ketika jiwa tak lagi bersama raga, seseorang bisa membacanya dan mengetahui apa yang tak pernah aku ungkapakan dulu.
Sebenarnya hanya untuk 1 orang, seseorang yang tak pernah membaca isi blog ini karena terakhir kali ia membacanya ia sangat marah. Artikel-artikel sepak bola mungkin jauh lebih menarik daripada membaca tulisan sendu membosankan ini.
Tapi aku tak pernah berhenti berharap suatu saat nanti ia akan membacanya sambil tersenyum.
Oya aku masih mencari alasan kenapa aku mencintainya hingga sedalam ini? Mungkin karena bersamanya aku merasa benar-benar 'hidup' ? Entahlah. Yang aku tau setiap ia tak ada disampingku sebagian dari diriku mati.
Selasa, 05 Mei 2015
Senin, 04 Mei 2015
yang Aku Tulis tapi Tak Pernah Kau Baca
Kau bilang kita ini sudah besar, sudah tak pantas lagi merengek-rengek minta bertemu.
Kau bilang kita ini bukan ababil lagi, jadi tak ada gunanya membuat 'status' saat kita bertengkar biar seluruh dunia tahu.
Kau juga bilang buat apa menelpon lama-lama jika kita bisa bertemu paling tidak sekali seminggu dan uang pulsa itu bisa kita tabung di tabungan bersama kita.
Aku tak menyangkal karena aku tahu itu benar. Aku ikuti alurmu agar kau merasa senyaman mungkin untuk tetap tinggal.
Kata mereka semakin lama hubungan akan semakin tenang, pertengkaran semakin sedikit and I know it would works as how it supposed to be.
Tapi kadang aku masih saja ingin memintamu menemuiku setelah kau pulang kerja, aku masih ingin menelponmu berjam-jam layaknya pasangan kasmaran, dan aku masih ingin memberikanmu 'kode' dan berharap kau akan menyadarinya. Aku masih ingin menjadi ababil yang kalian sering bilang 'norak' :)
Menjalani hubungan serius seperti orang dewasa memang menyenangkan tapi aku tak mau kehilangan perasaan konyol layaknya cinta monyet.
Tapi ingat aku tidak bosan! mengeluh itu manusiawi kan ? And for those who feel the same way. Read this picture below and you'll understand why this is just another common stage in a mature relationship.
Kau bilang kita ini bukan ababil lagi, jadi tak ada gunanya membuat 'status' saat kita bertengkar biar seluruh dunia tahu.
Kau juga bilang buat apa menelpon lama-lama jika kita bisa bertemu paling tidak sekali seminggu dan uang pulsa itu bisa kita tabung di tabungan bersama kita.
Aku tak menyangkal karena aku tahu itu benar. Aku ikuti alurmu agar kau merasa senyaman mungkin untuk tetap tinggal.
Kata mereka semakin lama hubungan akan semakin tenang, pertengkaran semakin sedikit and I know it would works as how it supposed to be.
Tapi kadang aku masih saja ingin memintamu menemuiku setelah kau pulang kerja, aku masih ingin menelponmu berjam-jam layaknya pasangan kasmaran, dan aku masih ingin memberikanmu 'kode' dan berharap kau akan menyadarinya. Aku masih ingin menjadi ababil yang kalian sering bilang 'norak' :)
Menjalani hubungan serius seperti orang dewasa memang menyenangkan tapi aku tak mau kehilangan perasaan konyol layaknya cinta monyet.
Tapi ingat aku tidak bosan! mengeluh itu manusiawi kan ? And for those who feel the same way. Read this picture below and you'll understand why this is just another common stage in a mature relationship.
Langganan:
Komentar (Atom)
